Fenomena Hari Tanpa adanya Bayangan di Semarang,
Suhu menjadi Lebih Panas
SEMARANG - Matahari berada dititik kulminasi utama, sehingga di Indonesia muncul hari tanpa adanya bayangan di beberapa daerah. Ahli berpendapat, di samping tidak ada bayangan, juga suhu temperatur udara juga berubah naik menjadi lebih panas, salah satunya di Kota Semarang. Ketika hari tanpa adanya bayangan itu terjadi di bulan oktober, temperatur udara di Kota Semarang mencapai 35-36 derajat celcius.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan bahwa, “Kulminasi yang kedua ini jatuh pada bulan Oktober yang mana merupakan suhu cenderung lebih panas jika dibandingkan dengan bulan-bulan yang sebelumnya, suhu pada bulan oktober 2021 ini pada kisaran 35-36 derajat.”
Lebih lanjut Iis Widya Harmoko menjelaskan proses terjadinya fenomena hari tanpa adanya bayangan terjadi karena adanya pergerakan semu matahari, “pergerakan ini dikarenakan bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpitan dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi dari Bumi, sehingga posisi matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah pada sepanjang tahun antara 23,5 derajat LU hingga 23,5 derajat LS”.
Secara umum, Kulminasi utama di tahun 2021 di wilayah Indonesia terjadi pada 20 februari 2021 di Baa Nusa Tenggara Timur, sampai 4 April 2021 di Sabang Aceh, dan 7 September 2021 di Sabang Aceh hingga 21 oktober 2021 di Baa Nusa Tenggara Timur.
(Tim Jurnalis VIVA Media Grup)

No comments:
Post a Comment