Guru di Ngawi Tinggal Bersama Kambing, Anak Diejek, Camat sampai Menangis
Kondisi rumah Sri Hartuti dan keluarga kecilnya
NGAWI - Sri Hartuti, seorang warga di Dusun Suren, Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi yang merupakan seorang guru hidup dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Sri Hartini tinggal bersama dengan suami dan juga ketiga anaknya di suatu gubuk di tengah hutan jati, yang menjadi ironis ialah mereka sekeluarga tinggal bersama satu atap dengan kambing peliharaannya.
Sri Hartuti sendiri merupakan seorang guru tidak tetap yang sudah mengajar dan mendedikasikan dirinya selama belasan tahun. Gaji per bulannya hanya Rp. 350.000 tidak cukup untuk membangun rumah yang layak.
Sri Hartuti dan keluarga kecilnya tinggal di rumah sederhana yang masih berlantai tanah dan menjadi satu dengan kandang kambing. Dinding dan pintu rumahnya terbuat dari anyaman bambu. Sri Hartuti mengatakan bahwa kambing yang dipelihara merupakan untuk membantu ekonomi keluarga. Kambing peliharaan tadi terkadang juga dijual untuk membeli kebutuhan makan dan membeli beras.
Sri Hartuti mengatakan kalau anaknya yang yang nomor dua sering diejek teman-temannya, karena tidur bersama dengan kambing. Sri Hartini hanya bisa menghibur ketiga anaknya jika mereka diejek, Sri Hartuti mengatakan pada anak-anaknya kalau sekarang ini kita masih diuji oleh Tuhan. Sri Hartini berharap kepada anak-anaknya agar kelak tidak melupakan sulitnya kondisi saat ini, tetapi mengingatnya bagaimana rasa jadi orang yang tidak punya, sehingga tidak sombong kalau kelak sudah sukses.
Sementara itu, suaminya sendiri bekerja serabutandi kebun dengan hasil yang tidak seberapa, bahkan tanah yang digunakan rumah mereka merupakan tanah milih Dinas Perhutani
Kondisi ini membuat Camat Karanganyar yakni Nur Yudhi M. Arifin menangis lantaran melihat kondisi warganya yang seperti ini. Arifin mengaku baru pertama kali melihat warganya yang rumahnya seperti kandang kambing, dan Arifin bertanya kepada Kepala Dusun. Arifin mengatakan bahwa akan berusaha membantu Sri Hartuti agar bisa hidup lebih layak.
“Saya merasa jadi Camat yang gagal, saya akan dengan sekuat tenaga untuk membantu,” ujar Arifin dengan mata berkaca-kaca.
(Tim Jurnalis VIVA Media Grup)

Terharu
ReplyDelete