Menerapkan Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Bermasyarakat oleh Mahasiswa IAIN Kudus Melalui Kuliah Kerja Nyata
Acara yang diselenggarakan secara online tepat jam 09.00 WIB ini dibuka oleh Saudari Chafidhotur Rohmah (mahasiswa IAIN Kudus). Sebelum pemaparan materi dimulai, sambutan terlebih dahulu disampaikan oleh H. Jamaluddin Malik selaku Kepala Desa Desa Wedung. “Saya sangat terkesan dengan kinerja mahasiswa IAIN Kudus yang mengabdi di desa ini. Dengan adanya mereka saya dapat merealisasikan Desa Wedung menjadi ‘Desa Wisata’. warga desa juga sangat antusias di setiap kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa IAIN Kudus, selain itu saya sangat kecewa kepada IAIN Kudus, kenapa baru sekarang mahasiswanya ditempatkan di sini.” Begitulah kiranya sambutan dari Kepala Desa Wedung. Dr. H. Ikhsan, M.Ag selaku wakil rektor III IAIN Kudus, Mohammad Dzofir, M.Ag selaku ketua LPPM IAIN Kudus dan Dany Mftah M.Nur selaku dosen pembimbing lapangan mahasiswa IAIN Kudus juga turut serta memberikan sambutannya.
Kegiatan webinar yang dimoderatori oleh saudari Nur Aisyah berjalan dengan lancar dan cukup seru karena menghadirkan 6 (enam) narasumber dari berbagai perguruan tinggi. Diantaranya adalah Ibu Risma Dwi Arisona, S,Pd., M.Pd dari Iain Ponorogo, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd yaitu seorang dosen di Universitas PGRI Semarang. Ibu Ferani Mulianingsih, S.Pd., M.Pd dari Universitas Negeri Semarang, ada juga Cand. Yuni Suprapto, M.Pd dari Universitas Peradaban Bumiayu serta mahasiswa asal Indonesia di Universitas Zu Koln Germany yaitu Anang Widhi Nirwansyah, S.Pd., M.Sc., Ph D.
Problem keberagaman masyarakat Indonesia mengundang semangat dan antusias narasumber untuk memaparkan materi mengenai strategi dalam penguatan nilai moderasi beragama berbasis local wisdom. “Pengenalan dan penanaman nilai moderasi beragama dapat ditingkatkan melalui tarian yang merupakan hasil turun temurun dalam periode waktu yang sangat lama terhadap suatu lingkungan alam tempat mereka tinggal.” Ungkap Ibu Risma.
Penguatan nilai moderasi beragama juga dapat diimplementasikan melalui UMKM misalnya dalam penjualan bahan makanan seperti yang dipaparkan oleh Prof. Ferani dalam webinar kali ini bahwa Setiap ruang (daerah) memiliki karakteristik atau ciri khas tersendiri, yang berbeda dengan ruang lainnya di muka bumi. Perbedaan karakteristik ini kemudian menciptakan keterkaitan antar ruang. Setiap ruang membutuhkan ruang lainnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Di era pandemi Covid-19 seperti saat ini media sosial menjadi lahan pemasaran utama.
Penulis : Tim Jurnalistik mahasiswa IAIN Kudus

No comments:
Post a Comment