PERILAKU GENERASI Z TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SHOPEE SEBAGAI MEDIA BERBELANJA
VIVA MEDIA - ABSTRACT, The development of social media at this time is growing very rapidly due to the influence of globalization so that nowadays it is all digital. Everyone cannot live without social media in their daily lives, one application that is in great demand by people for shopping is the shopee application, which was downloaded in 2015. By people, because shopee makes it easy for people to shop because we just have to choose online and after that we just pay when the goods have arrived and when using transactions if the goods have not arrived, the money will be deposited in a third party account. In this article the method used is an intervention with a literature study, the results of the study found that the shopee application can be used as a medium for online shopping.
Keywords: Generasi Z, Social Media, shopee
Perkembangan media sosial pada saat ini berkembang sangat pesat karena pengaruh globalisasi sehingga saat ini serba digital.Semua orang tidak bisa hidup tanpa adanya media sosial dalam kesehariannya, salah satu aplikasi yang banyak diminati orang untuk berbelanja adalah shopee aplikasi yang ada pada tahun 2015 banyak di unduh oleh orang,karena shopee memudahkan orang dalam berbelanja karena kita tinggal memilih secara online dan setelah itu kita tinggal membayar apabila barangnya sudah datang dan ketika menggunakan transaksi apabila barang belum sampai, maka uang akan disimpan di rekening pihak ketiga. Dalam artikel ini metode yang digunakan adalah intervensi dengan studi pustaka, hasil penelitian menemukan bahwa aplikasi shopee dapat digunakan sebagai media untuk belanja online.
Kata Kunci: Generasi Z, Media Sosial, Shopee
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi pada dunia internet yang berkembang sangat pesat telah berkembang ke semua sisi kehidupan manusia sehingga membuat banyak orang yang memanfaatkannya untuk banyak hal termasuk dalam bidang ekonomi. Teknologi dan kecanggihan internet pada masa ini sangat membantu manusia dalam memenuhi semua kebutuhan yang makin kompleks. Hal ini menimbulkan adanya penjualan elektronik yang diciptakan sebagai transaksi bisnis dengan menggunakan internet dan menggunakan web. Semakin berjalannya waktu, semakin mudah untuk kita melakukan transaksi jual beli karena tidak lagi memerlukan tenaga lebih dan waktu yang lama dalam mencari barang yang di butuhkan. Karena kita tinggal memiilih secara online tidak terhalang oleh jarak dan waktu.
E-commerce atau perdagangan elektronik merupakan komunikasi dan bisnis secara online dengan menggunakan komputer yang tersambung pada jaringan internet untuk melakukan transaksi pembellian maupun penjualan barang dan jasa serta mentrasfer uang secara digital. Perdagangan ini secara keseluruhan membutuhkan internet untuk penjualan, periklanan dan juga pemesanan produk. Konsumen semakin mudah dalam melakukan transaksi karena tidak membutuhkan tenaga dan waktu yang lama untuk mencari barang yang diperlukannya serta untuk harganya begitu murah jika dibandingkan dengan harga pada toko konvensional. Karena fungsi dari e-commerce adalah membuat proses jual beli yang tidak terhalang oleh jarak dan waktu.
Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi di dunia. Makin banyak pelaku usaha seperti perusahaan besar maupun ritel beralih atau meluaskan usahanya ke arah digital selama beberapa tahun terakhir. Menurut sejumlah survei lembaga riset teknologi informasi komunikasi dari dalam dan luar negeri, total pelaku usaha berbasis e-commerce akan terus berkembang seiring perkembangan era teknologi digital.
Pertumbuhan e-commerce yang terus meningkat di Indonesia membuat salah satu perusahaan e-commerce yaitu Shopee ikut meramaikan industri ini. Shopee adalah salah satu e-commerce yang menggunakan bisnis C2C (customer tocustomer ) mobile marketplace. Shopee diperkenalkan di Indonesia pada Desember 2015 dibawah naungan PT Shopee International Indonesia. Sejak kemunculannya, Shopee Indonesia mengalami perkembangan yang cepat, terbukti dengan telah diunduhnya aplikasi sebanyak 80 juta kali dengan 2,2 juta penjual aktif hingga akhir Mei tahun 2019 (cnnindonesia.com, 2019). Gambar 1.1 di bawah ini memperlihatkan beberapa aplikasi e-commerce di Negara Indonesia dan di Asia Tenggara.
| Gambar 1.1 5 top aplikasi e-commerce Indonesia dan asia tenggara |
Di Negara Indonesia terdapat d lima marketplace terbesar yang dilihat dari jumlah pengunjung bulanan di kuartal kedua tahun 2019, yaitu Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Blibli. Pada kuartal ini Shopee berhasil menjadi yang pertama di Asia Tenggara untuk aplikasi e-commerce dengan pengguna aktif bulanan terbanyak. Shopee menduduki peringkat pertama di dua negara yaitu Vietnam dan Indonesia sedangkan Lazada berhasil unggul di empat negara lainnya yaitu Malaysia, Filipina, Singapore dan Thailand. Meskipun unggul hanya di 2 negara Shopee berhasil menguasai pasar di dua negara yang diproyeksikan sebagai pasar paling ramai di Asia Tenggara. Setelah pada kuartal sebelumnya Shopee berada diperingkat kedua setelah Tokopedia, untuk pertama kalinya Shopee berhasil menjadi aplikasi dengaan total jumlah pengunjung aktif bulanan terbanyak. Tokopedia dan bukalapak peringkat ke 3 dan ke 4 dia Asia Tenggara. Gambar 1.2 di bawah ini menunjukkan peta e-commerce yang ada di Indonesia dengan peringkat pada setiap e-commerce.
| Gambar 1.2 peta e-commerce teratas di Indonesia |
Industri e-commerce di Indonesia semakin dinamis dengan banyaknya pemain yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Ekosistem pada industri ini juga sudah semakin terbentuk sehingga diprediksi besaran potensi ekonomi digital pada sektor e-commerce. Dalam laporan yang dirilis melalui website resmi iPrice, terkumpul data mengenai rataan jumlah pengunjung situs web e-commerce, jumlah pengikut di media sosial, rangking aplikasi, serta jumlah tenaga kerja yang terlibat di industri tersebut.Rataan kunjungan web bulanan e-commerce lokal Tokopedia dan Bukalapak terbesar di Indonesia. Tokopedia memiliki jumlah pengunjung yang banyak sehingga mendapatkan peringkat pertama dengan nilai rataan 137.200.900 kunjungan per bulan, pada Q1 tahun lalu jumlah pengunjung bulanan dari Tokopedia sebanyak 117,297,000. Sedangkan Bukalapak menempati posisi kedua dengan jumla pengunjung bulanan 115,256,600. Sedangkan Shopee tercatat diurutan pertama dengan pengguna aktif bulanan terbanyak aplikasi mobile, baik di platform AppStore maupun PlayStore.
Aplikasi Shoppe menunjukkan bahwa terdapat interaktivitas,estetika dan penggunaan pada perilaku pembelian online generasi milenial pada aplikasi Shoppe. Penelitian Constatinides (2010) menjelaskan bahwa variabel interaktivitas, estetika dan penggunaan berpengaruh pada perilaku pembelian secara online pada generasi milenial. Faktor-faktor tersebut yang dapat memengaruhi perilaku pembelian online generasi milenial secara bersamaan dan sebagian. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana generasi milenial sekarang dalam menggunakan aplikasi shopee dalam berbelanja online.
METODE
Berdasarkan tujuan penelitian yang ditetapkan, maka jenis penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian penjelasan atau eksplanatori. Menurut Singarimbun (2006) yang dimaksud dengan penelitian penjelasan adalah penelitian yang menyoroti hubungan antara variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Penelitian penjelasan juga dinamakan penelitian pengujian hipotesis. Pada penelitian jenis ini, hipotesis yang telah dirumuskan akan diuji untuk mengetahui adanya hubungan dan pengaruh antara variabel-variabel dalam penelitian mengenai kegunaan, estetika, interaksi, dan marketing mix pada perilaku pembelian secara online pelanggan aplikasi belanja Shoppe.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengaruh secara parsial variabel bebas (kegunaan, estetika, interaksi dan bauran pemasaran) pada perilaku pembelian online.
1. Pengaruh kegunaan (X1) pada perilaku pembelian online (Y) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kegunaan berpengaruh pada perilaku belanja online pelanggan Shopee. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan kemampuan situs shoppe dapat efektif dan efisien dalam hal mencari produk yang diinginkan. Temuan tersebut konsisten dengan studi Constantinides (2010) yang menjelaskan bahwa kegunaan sebagai faktor yang memengaruhi perilaku pembelian online konsumen generasi milenial. Oleh karena itu, kegunaan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian online generasi milenial yangterkaitmenyajikankemudahandankegunaansaat berbelanja online di situs.
2. Pengaruh estetika (X3) pada perilaku pembelian online (Y) Pada penelitian ini menunjukkan bahwa variabel estetika berpengaruh secara signifikan pada perilaku pembelian online. Hal tersebut menujukkan bahwa estetika yang menarik dengan tampilan visual yang memikat membuat pelanggan shopee merasa senang ketika berbelanja online. Persaingan di pasar online saat ini sangat ketat, sehingga tampilan dapat menjadi fokus oleh pemasar online untuk saling bersaing. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Constantinides (2010) yang menjelaskan bahwa terdapat hubunga yangpositifyangsignifikan.
3. Pengaruh interaksi (X3) pada perilaku pembelian online (Y) Pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada variabel interaksi berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku pembelian secara online. Hal tersebut menjelaskan bahwa dengan interaksi yang terdapat pada aplikasi shopee memudahkan para pembeli khususnya generasi milenial menghadirkan layanan yang lebih personal pada para pelanggan. Interaksi juga dapat diberikan dengan melihat komentar pelanggan lainnya terkait dengan pengalaman yang sudah terjadi. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Constantinides (2010) bahwa interaksi dengan pengalaman menjadi unsur yang penting dalam pembelian online.
4. Pengaruh bauran pemasaran (X4) pada perilaku pembelian online (Y) Pada penelitian ini juga melihat bahwa aspek bauran pemasaran berpengaruh signifikan pada perilaku belanja online generasi milenial. Pengaruh tersebut menjelaskan bahwa promosi, harga, produk, dan kesan pada shopee sangat nyaman bagi konsumen generasi milenial pada shopee. Hal tesebut sesuai dengan penelitian Constantinides (2010) bahwa bauran pemasaran yang disediakan oleh Shopee id telah memengaruhi konsumen generasi milenial untuk berbelanja online di situs tersebut. Shopee id memiliki promosi yang menarik pada bauran pemasaran mereka, seperti sudut penawaran yang termasuk penawaran harian, penawaran mengejutkan,dan penawaran merek.
Pengaruh Kepercayaan konsumen Terhadap Minat Beli
Kepercayaan menjadi salah satu faktor utama yang harus dibangun oleh pelaku bisnis jual beli online. Adanya faktor kepercayaan yang dibangun oleh pelaku bisnis dapat menarik minat konsumen untuk berbelanja online semakin tinggi tingkat kepercayaan, maka akan semakin tinggi juga minat beli. Hasil penelitian Yusnidar, Samsir, dan Restuti (2014) mengemukakan dari Semakin tinggi kepercayaan konsumen pada toko online, semakin tinggi minat beli, Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan memberikan pengaruh yang positif terhadap minat beli. Sedangkan Nurrahmanto dan Rahardja (2015) kepercayaan konsumen (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (Y), dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kepercayaan konsumen terhadap situs dapat meningkatkan minat beli konsumen di situs jual beli online.
Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Minat Beli
Dengan adanya informasi yang berkualitas dalam hal ini mencakup mengenai relevan, akurat, dan informasi yang mudah untuk dipahami menjadikan minat beli konsumen pada situs jual beli online atau website. Hasil penelitian Amanusa, Astuti, dan Susilo (2015) menjelaskan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari variabel kualitas informasi terhadap variabel minat pengguna dalam situs jual beli online. Sedangkan hasil penelitian Rizki H,Astuti, dan Susilo(2015) adanya pengaruh yang signifikan menunjukkan bahwa dengan semakin baiknya kualitas informasi memiliki pengaruh terhadap minat beli konsumen pada website
Pengaruh Persepsi Risiko Terhadap Minat Beli
Persepsi Risiko adalah penyebab utama mengapa orang enggan berbelanja online. Karena sifatnya yang tidak bertemu secara langsung antara pembeli dan penjual, e-commerce memunculkan persepsi risiko yang berbeda beda. Sehingga memunculkan minat beli yang berbeda-beda juga. Menurut Haekal dan Widjajanta (2016) Berdasarkan penelitian secara empiris diperoleh keterangan bahwa tingkat minat membeli secara online dipengaruhi secara positif oleh persepsi risiko. Resiko yang dipersepsikan konsumen memberikan pengaruh yang positif terhadap minat beli.
KESIMPULAN DAN SARAN
Penelitian ini mengetahui bahwa variabel kegunaan, estetika, interaksi dan bauran pemasaran berpengaruh secara signfikan baik secara parsial maupun simultan. Hal tersebut menjelaskan bahwa Shopee sangat serius dalam pembuatan konten untuk memudahkan para pelanggan berbelanja online dengan tampilan yang menarik, interaksi yang dilakukan dan bauran pemasaran yang terdapat pada Shopee. Penelitian berikutnya dapat mengkaji tentang kepercayaan dan resiko dalam berbelanja online hal tersebut dikarenakan menarik karena unsur jaminan pada berbelanja online penting untuk dipahami.
(Luthfiyatun Nisa, IAIN KUDUS)

No comments:
Post a Comment