Kendala Belajar di Era Pandemi Covid-19


 

Kendala Belajar di Era Pandemi Covid-19

Corona Virus Disease (Covid-19) akibat dari SARS-Covid-19 sampai saat ini sudah menjadi suatu wabah yang disebabkan oleh virus corona, yang melanda hampir merata di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pandemi virus corona, sangat mengguncangkan dunia dan berakibat membawa perubahan besar kepada kebiasaan manusia dalam berperilaku, baik di bidang kesehatan, bidang keamanan, bidang  ekonomi, bidang  sosial, dan bidang pendidikan.

Kesigapan cepat oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan melindungi warganya adalah suatu tindakan keputusan yang sangat tepat untuk mengurangi meluasnya pandemi Covid-19, termasuk dalam hal pendidikan, sebagai akibat Covid-19 ini, hampir diseluruh dunia, melaksanakan kebijakan pembelajaran secara daring dirumah diberlakukan, baik di sekolah sekolah maupun perguruan tinggi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menerbitkan Surat Edaran Nomor 4, 2020 tertanggal 24 Marett 2020 “Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19” mengenai  proses pembelajaran jarak jauh secara daring yang dilakukan di rumah sehingga akan memberikan kesan pengalaman penting bagi peserta didik. pembelajaran online tidak bisa sukses tanpa peran serta siswa dan pendidik, karena mereka adalah pelaksana terdepan dari lembaga pendidikan dimana pun.

Dalam Metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring ini tetap dilakukan di setiap lembaga dan penyelenggara pendidikan, dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan baik peserta didik maupun tenaga pengajarnya yang bertujuan untuk memutus mata rantai menyebarnya virus corona. Aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah memutuskan bagi peserta didik untuk tetap belajar di rumah. Sehingga adanya pandemi Covid-19, bukan menjadikan suatu halangan, untuk terus beraktivitas melakukan kegiatan belajar mengajar dengan pilihan metode pembelajaran yang sesuai. Tuntutan dunia pendidikan pada abad 21 ini adalah pembelajaran dengan cara daring, Pembelajaran jarak jauh secara daring tentunya memerlukan usaha dan adaptasi, sehingga bisa berlangsung dengan baik. Belajar daring meminta peran pengajar untuk menilai atau mengukur efektivitas dan diselaraskan keperluan belajar. Namun dalam keputusan ini juga memiliki banyak kendala dalam pelaksanaan pembelajaran dengan metode baru ini diantaranya yaitu :

A.    Kendala Pembelajaran Online untuk Siswa dan Mahasiswa

Dalam pelaksanaan pembelajaran online, penyelenggara pendidikan maupun pengajar menyiapkan sarana, dan prasarana serta media bahan ajar untuk kelancaran dan kemudahan bagi peserta didik.  Sebagai pengajar perlu beradaptasi dalam menyiapkan materi maupun konten pembelajaran yang menarik, dengan melibatkan teknologi maupun komunikasi secara terampil, seperti video pembelajaran online, maupun pemanfaatan media sosial. Demikian juga dengan Mahasiswa, semua berupaya berjuang sungguh sungguh menyesuaikan diri, baik secara material maupun kesiapan mental. Tentu saja sarana maupun prasarana yang ada pada mahasiswa dalam setiap keluarga berbeda-beda, mengingat kemampuan perekonomiannya juga tidak sama. Disamping itu juga ketersediaan fasilitas infrastruktur komunikasi jaringan internet di setiap daerah tempat tinggal siswa sangatlah beragam. Inilah salah satu indikasi kelemahan pembelajaran online, diantaranya tidak stabil koneksi internetnya, juga suasana tempat belajar yang kurang mendukung bahkan dengan banyaknya beban tugas secara bersamaan. Situasi ini akan membawa pengaruh dalam berkonsentrasi untuk memahami maupun menyerap materi pembelajaran, sehingga berdampak pada menurunnya minat siswa akan pembelajaran jarak jauh dalam situasi pandemi covid-19 saat ini. Aspek terberat bagi siswa dalam pembelajaran online dimasa pandemi covid-19 ini adalah masalah jaringan sehubungan dengan kuota paket data maupun sinyal. Kondisi ini tentu saja akan berpengaruh menurunnya semangat belajar secara online bagi siswa maupun peserta didik.

Keterbatasan sarana prasarana seperti laptop atau HP yang dimiliki orangtua peserta didik, kesulitan akses internet, kondisi listrik yang tidak stabil, dan keterbatasan kuota internet yang bisa disediakan oleh orangtua. Menteri pendidikan pada kegiatan Webinar Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom dan disiarkan langsung dari kanal YouTube Kemendikbud RI menyatakan terdapat beberpa kendala yang dihadapi guru, orangtua, dan peserta didik selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)  meliputi:

a.      Guru mengalami hambatan dalam Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)  dan cenderung fokus kepada penuntasan kurikulum.

b.     Waktu pembelajaran menjadi berkurang, sehingga guru tidak dapat memenuhi beban jam mengajarnya.

c.      Guru mengalami kesulitan komunikasi dengan orangtua sebagai pembimbing peserta didik di rumah

d.     Belum semua orangtua bersedia dan mampu mendampingi anak belajar di rumah karena ada tanggung jawab yang lain seperti urusan kerja, urusan rumah, dan sebagainya.

e.      Orangtua mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran dan memotivasi anak saat mendampingi belajar di rumah.

f.      Peserta didik mengalami kesulitan untuk konsentrasi dalam belajar dari rumah dan mengeluhkan banyaknya penugasan soal dari guru.

g.     Meningkatnya rasa stress dan jenuh akibat isolasi di rumah secara berkelanjutan berpotensi menimbulkan rasa cemas dan depresi bagi anak.

Solusi yang bisa diambil diantaranya guru mengikuti Program Guru Berbagi, Seri Bimtek Daring, dan Seri Webinar, penyediaan kuota gratis, relaksasi BOS dan BOP, “Belajar dari Rumah” di TVRI, belajar di radio RRI, Rumah Belajar, dan kerjasama dengan platform pembelajaran daring. Langkah yang dapat ditempuh adalah menyusun kurikulum darurat. Penyusunan kurikulum darurat menggunakan dasar hukum utama tentang Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah yaitu SK Dirjen Pendis Nomor 2791 Tahun 2020. Selain itu didukung juga dengan beberapa dasar hukum yang lain. Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara online membuat banyak sekali perubahan, baik dari segi metode pembelajaran maupun dari segi penilaian. Hal itu juga tentunya memiliki banyak kendala yang dialami oleh guru maupun siswanya. Selama menjalani proses pembelajaran jarak jauh, banyak para siswa yang mengalami kesulitan ketika melakukan pembelajaran secara online. Di antaranya yaitu :

a.       Akses Internet

Akses internet merupakan salah satu kendala yang cukup banyak dialami bagi para siswa ketika melakukan pembelajaran secara online. Salah satu faktornya adalah ketersediaan sinyal yang kurang bagus di berbagai daerah, terlebih bagi siswa yang berada di daerah pedalaman yang masih susah sinyal. Selain itu, bagi para siswa jenjang SMP dan SMA yang rata-rata sudah memiliki gawai, kuota merupakan sumber masalah berikutnya, di mana jika tidak menggunakan wifi di rumahnya, maka siswa harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli kuota internet. Pembelian kuota internet memiliki kendala apabila orang tua dari siswa tersebut sedang kesusahan, sehingga siswa kesulitan juga untuk membeli kuota internet. Proses untuk mengikuti pembelajaran secara online pun menjadi terkendala dan siswa menjadi tidak bisa fokus mengikuti pembelajaran jika sinyal terganggu akibat cuaca buruk dan lain sebagainya.

b.       Sulit Memahami Materi

Akibat akses internet yang mengalami gangguan, maka proses pembelajaran pun menjadi terganggu, sehingga pemahaman siswa terhadap materi pun mengalami kesulitan. Jika siswa ketika belajar secara tatap muka langsung saja masih belum paham, apalagi jika belajar yang dilakukan dengan sistem online. Maka dari itu, siswa harus inisiatif belajar mandiri dan juga mencari sumber-sumber lain di internet untuk menambah pemahaman terhadap materi yang diajarkan. Dikutip dari medcom.id memaparkan bahwa menurut survey yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap 1.700 siswa selama pembelajaran jarak jauh, dalam empat minggu pertama saja sudah ditemukan banyak siswa yang tidak senang dengan proses belajar online. KPAI menyebutkan presentase siswa yang tidak senang belajar di rumah sebanyak 76,7 persen dan 23,3 persen menyatakan senang dengan pembelajaran jarak jauh dari rumah.

c.       Rasa Malas dan Sulit Berkonsentrasi

Belajar secara online justru malah menambah rasa malas dan juga sulit untuk berkonsentrasi bagi siswa. Selain karena sudah pusing dengan tugas-tugas yang diberikan, siswa juga menjadi lebih banyak waktu untuk bermain gawai. Seperti bermain game, membuka instagram, twitter, youtube, dan sosial media lainnya dibandingkan dengan belajar. Akibatnya muncul rasa malas yang sangat susah untuk dilawan dan juga sulitnya berkonsentrasi ketika belajar, terlebih ketika guru malah sering memberikan banyak tugas yang malah akan membuat siswa semakin bosan dan stress ketika belajar.

b.Kendala Pembelajaran Online untuk Guru kepada Siswa.

Dalam pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 banyak kendala yang dihadapi guru sebagai pendidik dan pengajar. Pembelajaran yang awalnya tatap muka atau luring kini harus berganti menjadi online atau daring karena pandemi covid-19 yang tak kunjung usai dan semakin merebak khusunya dinegara Indonesia.

Adapun kendala dalam pembelajaran daring diantaranya :

a.      Lokasi rumah yang susah dijangkau internet, serta kuota internet yang minimalis.

b.     Media Pembelajaran yang digunakan para guru terlalu monoton dan tidak ada varisasi sehingga menyebabkan siswanya merasa bosan dan cepat lelah.

c.      Ketika pembelajaran online guru susah mengamati karakter dan tingkah laku siswanya.

d.     Dalam pembelajaran online siswa merasa terbebani karena tugasnya yang banyak dan selalu bertumpuk-tumpuk sehingga malas mengerjakan dan dialihkan kepada game onlinenya.

e.      Siswa selalu susah dalam memahami materi yang disampaikan sehingga ketika ada ulangan berlangsung siswanya mendapatkan nilai dibawah rata-rata.

Selain itu pembelajaran jarak jauh ini juga memiliki beberapa hambatan yang terlihat Selama pembelajaran daring diantaranya adalah :

a.      Hambatan kendala pertama bila siswa merasakan kebosanan, guru harus memikirkan strategi bagaimana caranya supaya anak-anak bisa keluar dari zona kebosanan mereka. Guru harus kreatif dalam menciptakan pembelajaran daring yang menarik bagi siswa.

b.     Hambatan yang kedua yaitu kadang orang tua mengeluhkan mereka tidak bisa menjelaskan dengan detail kepada siswa. Siswa kadang juga tidak menurut seperti ketika diajari guru di sekolah.  Siswapun juga demikian, mereka lebih mudah bila dijelaskan oleh bapak ibu guru. Orang tua sering tidak sabar dalam mendampingi.

c.      Hambatan ketiga yaitu masalah sinyal. Kadang ada beberapa siswa yang mengeluhkan belum bisa mengirimkan tugas karena terkendala sinyal.

d.     Hambatan keempat yaitu kadang pendampingan orang tua kurang karena harus bekerja dari pagi sampai sore. Sehingga waktu untuk mendampingi siswa dalam mengerjakan tugas hanya saat malam hari.Hambatannya adalah jika siswa terlambat memberi respon tugas, sementara guru harus segera 

Kelebihan dalam Pembelajaran Daring adalah dalam pembelajaran daring menjadi lebih parktis dan santai. Praktis karena dapat memberikan tugas setiap saat dan pelaporan tugas setiap saat. Lebih fleksibel karena bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun serta adanya pembelajaran daring menyebabkan waktu yang lebih fleksibel bagi orang tua yang bekerja di luar rumah dan bisa menyesuaikan waktu untuk mendampingi siswa belajar. Serta menghemat waktu dan dapat dilakukan kapan saja dan semua siswa dapat mengaksesnya dengan mudah artinya dapat dilakukan dimana saja. Penyampaian informasi lebih cepat dan bisa menjangkau banyak siswa lewat WA Group.

Kelemahan dalam Pembelajaran Daring adalah kurang maksimalnya keterlibatan siswa. Keterlibatan siswa yang dimaksud dapat dilihat dari hasil keterlibatan siswa dalam mengikuti pembelajaran daring secara penuh dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran.  Harapan untuk Pembelajaran Daring Pasca Pendemi Covid-19 diantaranya Harapan dari guru berkaitan dengan pembelajaran daring adalah setelah kondisi kembali normal atau pun wabah Covid-19 sudah berakhir, harapan guru di samping pembelajaran di kelas maka pembelajaran daring tetap bisa dilaksanakan untuk melatih keterampilan guru dan siswa pada era abad 4.0. ini sebagai alternatif guru dalam menerapkan model – model-model pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk menambah ilmu dan mengaplikasikan penggunaan kemajuan teknologi dengan baik dan benar.

Upaya atau Usaha Dalam Mengatasi Kendala Belajar

Masa pandemi covid – 19 seperti bedampak pada berbagai bidang, salah satunya yaitu bidang pendidikan. Akibatnya proses pembelajaran dilakukan secara daring atau jarak jauh, dengan hal tersebut ada beberapa kendala dan upaya atau solusi. Berikut ini upaya atau solusi pada kendala belajar secara daring antara lain:

1.     Solusi Kendala Pada Guru

Sebagai seorang guru, harus mencari berbagai solusi dalam mengatasi kendala pembelajaran pada masa pandemi seperti ini. Adapun alternatif solusi yang dapat ditempuh yaitu :

a.      Pada saat proses pembelajaran media pembelajaran daring yang variatif sehingga siswa tidak jenuh. Diupayakan menggunakan media daring variatif  yang bias untuk interaktif.  Apabila menggunakan media daring yang bisa live misalnya zoom meeting, google meet, webinar dan lain-lain agar karakter atau perilaku para murid relatif terpantau.

b.     Materi yang akan disampaikan dalam pembelajaran sebaiknya sehari sebelumnya sudah diberikan kepada siswa untuk dibaca terlebih dahulu. Ketika guru menjelaskan materi para murid dominan bisa lebih memahami, bila masih ada kesulitan bisa ditanyakan. Tugas yang diberikan ada batas waktu untuk mengumpulkan dan dinilai.

c.       Mengumpulkan tugas tidak terlambat. Bila tugas sudah diterima segera dikoreksi/dinilai dan hasilnya segera diinfokan kepada para murid. Dengan media daring yang variatif dan dominan live akan mampu menyerap materi pelajaran mendekati optimal.

d.     Memanfaatkan media daring yang variatif dan dominan live akan bisa dipantau terus menerus perilaku siswa selama mengikuti kegiatan penilaian. Caranya dengan menghidupkan kamera pada media daring yang digunakan sehingga kejujurannya dapat dipantau mendekati baik. Akan lebih baik apabila pada pembelajaran dan penilaian dengan melibatkan orang tua/wali murid bisa membantu mengawasinya dengan baik di rumah masing-masing.

ketika pembelajaran dilaksanakan secara daring. Semua media atau alat yang dapat guru hadirkan secara nyata, berubah menjadi media visual karena keterbatasan jarak. Pembelajaran daring dapat dilakukan dengan menggabungkan beberapa jenis sumber belajar seperti dokumen, gambar,  video, audio dalam pembelajaran. Materi belajar tersebut dapat dimanfaatkan siswa dengan melihat atau membaca. Sumber belajar seperti inilah yang menjadi modal utama dalam mengembangkan pembelajaran daring. Karena, jika guru mengemas pembelajaran semenarik mungkin dan sesuai dengan karakteristik siswa, maka tujuan pembelajaran dapat tercapai meskipun dalam kegiatan daring.

2.     Solusi Kendala Pembelajaran Pada Siswa dan Mahasiswa

a.  Fasilitas Belajar

Memang pada masa pandemi fasilitas harus memadai seperti gadget dan laptop. Akan tetapi masih adanya para siswa dan mahasiswa yang memiliki kendala fasilitas tersebut.  Solusi kendalanya yaitu bisa belajar bersama dengan teman yang mempunyak fasilitas tersebut dan menabung untuk membeli gadget demi proses pembelajaran daring pada masa pandemi.

b. Kuota

Kendala kuota sering kali menghambat proses pembelajaran pada siswa dan mahasiswa, oleh karena itu dalam solusi kendala ini pihak sekolah memberikan kuota gratis pada tiap bulannya kepada siswa agar dapat mengikuti pembelajaran secara daring. Serta pihak kampus memberikan kuota gratis untuk menunjang proses pembelajaran pada mahasiswa. Selain itu ada kuota gratis dari pemerintah untuk membantu para pelajar Indonesia agar tetap bersemangat untuk menimba ilmu meskipun daring.

C. Sinyal

Perbedaan wilayah sangat menentukan adanya sinyal. Oleh karena itu para siswa dan mahasiswa yang rumahnya ada di daerah plosok desa diharapkan untuk belajar bersama ke rumah temannya yang ada sinyal, selain itu untuk mahasiswa biasanya balik ke kos dekat kampus demi ikut proses pembelajaran daring agar tidak tertinggal.


No comments:

Post a Comment