PENDIDIKAN MORAL DAN ETIKA : SOLUSI PERMASALAHAN BANGSA (SEBAGAI UPAYA PREVENTIF)


 

PENDIDIKAN MORAL DAN ETIKA : SOLUSI PERMASALAHAN BANGSA

(SEBAGAI UPAYA PREVENTIF)

 

Dari segi teori, pendidikan adalah suatu proses dimana ada pengubahan sikap maupun kelakuan orang atau pun kelompok orang yang bertujuan untuk mendewasakan sifat seseorang lewat usaha pembelajaran. Sedangkan moral ialah ajaran atau pendidikan tentang baik atau buruk yang bisa diterima oleh khalayak umum. kemudian etika juga hampir sama dengan moral yaitu mengenai tentang mana hal yang baik dan mana yang hal buruk dan mana hal menjadi kewajiban atau larangan seseorang.

Berdasarkan teori di atas, maka dapat ditarik disimpulkan bahwa ketika seseorang manusia belajar melalui pendidikan tentang moral atau etika yang baik, maka seseorang atau manusia itu akan menjadi manusia yang dewasa berkepribadian baik dan tau mana hal – hal yang harus dilakukan, dan sebaliknya mana hal – hal yang harus tidak untuk dilakukan.

Kemudian, lebih lanjut lagi kalau kita melihat ke luar ke dunia nyata dimana hiruk pikuk kehidupan manusia dalam berbangsa maupun bernegara, banyak terjadi permasalahan – permasalahan yang diakibatkan oleh kesalahan – kesalahan manusia yang menjalaninya, atau yang biasa disebut human error. Ketika manusia sudah error dalam menjalankan sesuatu pekerjaan, maka tidak akan menghasilkan pekerjaan yang bermanfaat, akan tetapi sebaliknya akan mengakibatkan kerusakan ada dimana – mana. Permasalahan yang terjadi sangat kompleks, seperti permasalahan kriminalitas, korupsi, pembunuhan, pencurian, tawuran, dan lain-lain tentunya masih banyak lagi.

Mulai dari korupsi, ya korupsi melanda di Indonesia, seperti sudah mendarah daging di kalangan pejabat di negeri ini, bahkan korupsi itu dilakukan oleh orang yang berpendidikan tinggi. Para koruptor itu tega, mengambil hak rakyat dengan sesukanya sendiri. Banyak pejabat yang luaran nya begitu semangat menggelorakan untuk jangan korupsi, tetapi pada kenyataan dan pada akhirnya tertangkap dan ketahuan bahwa pejabat itu melakukan korupsi. Di saat negara sedang kesusahan sedang diambang krisis ekonomi, di saat rakyat dan masyarakat sedang menahan rasa sakit akibat virus corona, dan di saat rakyat sedang berjuang untuk bertahan hidup di tengah perekonomian yang sungguh berat, akibat pandemi virus covid-19, akan tetapi para pejabat pun dengan riang gembira dan seperti menari-nari sembari menertawakan rakyat yang sedang kesusahan. Ketika korupsi sudah tidak terkendali, kita bisa merefleksikan kembali dan ingat, betapa pentingnya pendidikan moral dan etika digelorakan dan dihayati hingga ke lubuk hati terdalam. Kalau saja pendidikan moral dan etika dipegang teguh oleh para pejabat, maka tidak akan terjadi yang namanya korupsi.

Kemudian pembunuhan, ya pembunuhan adalah suatu kelakuan seseorang untuk menghabisi nyawa seseorang baik dengan sengaja atau tidak, dengan terencana atau tidak. Pembunuhan adalah kelakuan keji dan tidak berperikemanusiaan, dan pembunuhan itu mengambil hal hidup seseorang, dimana di negara Indonesia hak untuk hidup adalah hak untuk semua orang tanpa terkecuali. Dalam pembunuhan hati nurani dan kasih sayang seseorang sangatlah berperan. Ketika hati nurani dan kasih sayang seseorang kepada sesama sungguh kuat, dapat dimungkinkan kelakuan keji seperti membunuh orang lain bisa dapat diminimalisir. Balik lagi hati nurani dan kasih sayang seseorang bisa ditumbuhkan dan dikuatkan dengan nilai – nilai dari pendidikan moral dan juga etika.

Yang selanjutnya yaitu pencurian, pencurian adalah salah satu perbuatan juga yang melanggar hukum. Pencurian biasanya terjadi lantaran seseorang butuh sesuatu barang atau benda, tetapi orang itu tidak memiliki kecukupan ekonomi, sehingga orang tersebut terpaksa untuk melakukan pencurian kepada barang atau benda milik orang lain. Hampir sama dengan korupsi, tetapi mencuri lebih ke terjun langsung ke lokasi rumah atau tempat tinggal seseorang yang menjadi target pencurian. Disini pendidikan moral atau etika juga sangat penting dan berperan.

Tawuran, ya tawuran sering terjadi di kota – kota besar maupun di pelosok daerah. Tawuran biasanya di picu karena konflik antar kelompok yang berbeda pendapat, sehingga menimbulkan pergesekan dan akhirnya tawuran. Bahkan tawuran banyak yang dilakukan oleh para pelajar di Indonesia di saat kewajiban mereka masih menuntut ilmu sebanyak-banyak nya, akan tetapi malah sebaliknya, mereka pergi keluar untuk bertawuran hanya karena kelompok mereka tersinggung sedikit dan malah sampai permasalahan diperbesar hingga terjadi tawuran. Inilah potret kejadian dan fenomena miris yang terjadi di Indonesia, bukan hanya di Indonesia, tetapi sudah banyak dilakukan oleh banyak pemuda di seluruh negara di dunia.

Jika dikaitkan dengan kekacauan yang terjadi di Indonesia, kita saksikan begitu banyak kejadian korupsi, pembunuhan, pencurian, dan tawuran. Pemerintah seakan-akan, lebih memprioritaskan beberapa capaian untuk menggenggam langit dan lupa akan bumi sebagai pijakan nya,  artinya pemerintah sudah menjadi keharusan untuk menyiapkan generasi selanjutnya dan membicarakan kenyataan kejadian yang terjadi di lingkungan maupun sosial.

Di samping itu juga pendidikan agama yang sangat erat kaitannya dengan moral dan etika manusia. Percuma saja memperbanyak tenaga kerja atau pejabat yang berpendidikan tinggi, akan tetapi pejabat – pejabat tadi rendah dalam hal etika dan juga moralnya. Tetap saja pada akhirnya korupsi terjadi lagi dimana – mana.

Berikut adalah beberapa alasan betapa pentingnya pendidikan moral atau etika sebagai solusi berbagai permasalahan sosial yang marak terjadi :

1.     Pendidikan Moral bisa Berpengaruh terhadap Empati

Empati adalah kemampuan atau potensi yang mencakup luas. Seperti dalam menciptakan emosi seseorang, dan juga pikiran seseorang. Pendidikan moral dan etika bisa mempengaruhi dan juga merangsang rasa empati seseorang dalam berkehidupan sosial di dalam masyarakat. Semakin besar rasa moral, maka akan semakin baik empati dan etika seseorang. Dan empati yang dimiliki oleh seseorang tersebut akan membuat keadaan – keadaan yang positif.

2.     Pendidikan Moral dapat Mencegah Penyimpangan Norma

Mengajarkan pendidikan moral pada anak sejak dini dan menekankan pada yang terjadi apabila seseorang melakukan tindakan penyimpangan, dapat membantu meminimalisir untuk berbuat menyimpang. Dan tentunya juga akan mendorong seseorang untuk selalu berlakuan baik dan positif, dan menghindari segala perbuatan yang bisa mengakibatkan hasil yang negatif kelak.

3.     Pendidikan Moral dapat Memperkuat Rasa Toleransi di dalam Masyarakat

Berhubungan dengan moral, dengan perasaan empati yang dimiliki seseorang, pasti dengan hal itu akan menimbulkan rasa toleransi terhadap sesama. Karena saat ini rendahnya rasa toleransi antar umat beragama atau antar suku di dalam tubuh masyarakat adalah sesuatu hal yang cukup membuat khawatir. Sehingga semakin besar moral etika dan empati yang ada di dalam diri seseorang, maka akan semakin tinggi dan kuat rasa toleransi antar kelompok di dalam masyarakat.

4.     Pendidikan Moral dapat meredam Potensi Konflik di dalam tubuh masyarakat.

Seiring dengan menguatnya rasa toleransi masyarakat akibat adanya pendidikan moral dan etika, maka membuat masyarakat sadar akan berlakuan toleransi atau tenggang rasa di dalam bersosial di masyarakat. Di tambah lagi dengan rasa empati yang kuat, maka akan timbul perasaan untuk saling tolong menolong. Dan otomatis akan mengurangi potensi terjadinya konflik di dalam tubuh masyarakat.

 


 

No comments:

Post a Comment