REVITALISASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA GENERASI MILLENIAL


 

REVITALISASI PENDIDIKAN KARAKTER

PADA GENERASI MILLENIAL

 

Pendidikan merupakan suatu proses pengajaran serta bimbingan yang terjadi karena adanya sebuah interaksi dengan masyarakat. Pendidikan sebagai hasil adanya hubungan interaksi antar manusia yang didalamnya mengandung unsur edukatif dan didaktif yang diperuntukkan kepada generasi yang sedang tumbuh. hal ini di sebabkan perkembangan teknologi yang sekarang semakin berkembang sehingga dapat mencari segala sesuatu melalui internet, oleh karena itu perlu adanya pendidikan yang tepat agar menghindari kesalahan pemakaian dan pemanfaatan internet. salah satu alternate akan kasus seperti ini adalah membangun kembali pendidikan karakter dan menanamkannya terhadap generasi millennial sejak dini.

Perkembangan teknologi tidak hannya mempengaruhi lahiriah namun juga sangat mempengaruhi batinih serta pola pikir anak, hal ini sangat menghambat dan mengganggu psikisnya apabila tidak di tempatkan dengan sesuai porsi dan kadar anak. seorang anak adalah karunia allah yang harus dijaga baik secara lahiriah dan batiniah. Anak merupakan sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya, oleh sesab itu dibutuhkan situasi derta kondisi yang kondusif ketika memberikan stimulasi dan upaya-upaya pendidikan sesuai dengan kebutuhan anak (individual differences) karna tanpa disadari fenomena perubahan-perubahan akibat adanya kecanggihan teknologi yang jelas akan mempengaruhi sistem sosial masyarakatnya.

Kehadiran teknoogi juga memiliki hal yang posistif da negatifnya, dal yang sangat ditakutkan yaitu apabila salah mengoprasikan teknologi sehingga akan sangat berdampat pada fola fikir sehingga menimbulkan kerusuhan seperti halnya peristiwa pembunuhan, penipuan perkelahiandan sebagi efek negatif hadirnya teknologi baru. setiap orang akan lebih mudah mengakses informasi, tidak terkecuali anak-anak yang mungkin belum saatnya untuk menerima atau melihat tontonan yang ada.


Karakter-karakter bangsa seperti gotong royong, mad-sinamadan berubah menjadi menjadi karakter yang sangat egois. kemunduran budi pekerti, hilangnya etika hidupyang sesuai dengan karakter bangsa adalah salah satu dari dampak kecanggihan teknologi. salah satu cara agar dapat membendung krisis moral tersebut yaitu dengan memanamkan nilai-nilai edukatif atau nut ing jaman kelakone sesuai dengan perkembangan anak di era millennial ini. di masa ini merupakan waktu yang tepat untuk mengenalkan dan menanmkan sikap-sikap positif yang akan berguna di kehidupannya kelak. orang tua, guru dan masyarakat seharusnya memberikan penanaman sikap dan karakter   yang baik terhadap seorang anak sehingga anak dapat meraih kesuksesan dan keberhasilan dimasa depan. anak yang berkualitas adalah anak yang tumbuh sesuai tahap perkembangan dan sesuai dengan umumnya.

Pendidikan anak di era millennial, khusnya pada lingkungan masyarakat, akan lebih mendapatkan bekal untuk menjadi seorang pribadi yang lebih mandiri. dengan hal tersebut akan menjadikan anak lebih mudah bersosialisasi, percaya diri, memiliki rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide yang baik, mengembangkan ide yang mereka miliki, dapat beradaptasi, memiliki semangat belajar yang tinggi dan kreatifitas yang tinggi. sedangkan pendidikan anak dapat dilakukan pada pendidikan formal seperti sekolah, lembaga informal dan nonformal yang sifatnya dapat mendidik anak.

Era millennial ditandai dengan medahnya masyarakat untuk mendapatkan informasi dari berbagai belahan dunia sebagai salah satu akibat dari perkembangan teknologi yang begitu pesat tidak hannya itu pesatnya teklogi saat ini menggerakkan segala bentuk kegiatan yang mengakibatkan bekurangnya sosialisasi secara langsung, dengan hal ini jelas bahwa akan memunculkan disorganisasi antar masyarakat dan memunculkan sikap individualis masyarakat satu dengan lainnya sekaligus memberikan dampak (residu). hadirnya pendidikan karakter secara khusus dibutuhkan untuk menghela dampak itu. adanya daya cegah dan pola terencana secara sistematis dan terukur dari pemerintah melalui pendidikan. perbandingan Indonesia dengan Negara-negara tetangga, Indonesia   masih jauh tertinggal, disebabkan pendidikan Indonesia yang saat ini lebih mengedepankan penguasaan aspek keilmuan, kecerdasan dan kuarang memperhatikan atau mengabaikan pendidikan karakter.

Cita-cita sebuah bangsa pastinya dapat menyejahterakan rakyatnya dan membangun negaranya dengan adiluhung. seperti halnya Negara Indonesia yang termaktub pada pembukaan Undang-Undang 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumph darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. hal inilah yang menjadi salah satu yang dapat membesarkan nama Negara Indonesia hingga sampai saat ini.

Pada saat ini Indonesia masuk dalam era globalisasi yang mana salah satu tandanya adalah mudahnya masyarakat mendapatkan informasi dari berbagai belahan dunia dan manusia merasa telaqh dimudahkan dengan adanya teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktifitas, terkadang mereka lupa bahwa mereka adalah mahluk sosial yang perlu berinteraksi dengan sesamanya. perubahan global ini membuat sebuah revolusi yang melahirkan suatu gaya hidup, karakteristik yang dilandasi penuh persaiangan penuntut peran individu untuk dapat menambahi serta mengikuti perubahan yang memberikan tekanan pada setiap orang dan masing-masing orang memiliki porsinya sendiri-sendiri  terhadap kemampuan pertahanan terhadap diri mereka.

Perlunya penanaman konsep dan inovasi pertahanan diri di era yang seperti ini khususnya adalah generasi millenial terhadap kehidupan manusia terutama pada bangsa Indonesia, baik pengaruh secara positif maupun secara negattif generasi ini memiliki ciri dan karakter yang khas dibandingkan dengan generasi sebelumnya. dari usia yang sangat muda dan 10 tahun kedepan mereka yang akan memegang peran penting. oleh karena itu diharapkan mulai dari sekarang persiapan akan pendidikan, kegiatan serta pengajaran yang sesuai dengan tantangan zaman di masa depan.

 


No comments:

Post a Comment