Literasi Media dan Literasi Politik di Era Digital
VIVA MEDIA - Indonesia sebagai Negara demokrasi menjunjung prinsip persamaan hak dan kedudukan sebagai warga Negara. Warga Negara diberikan ruang untuk bebas mengakses sumber informasi dan memiliki kesempatan yang sama untuk memengaruhi kebijakan pemerintah. Berkembangnya media massa online di Indonesia berakibat pada semakin menguatnya penetrasi internet dalam ruang sosial politik masyarakat.
Literasi media merupakan bagian dari kebebasan ekspresi dan keterlibatan warga Negara dengan penggunaan media sebagai inti dari pendidikan kewarganegaraan di era digital. Dalam proses demokrasi, keterlibatan warga Negara dapat diukur melalui berbagai macam cara termasuk perilaku warga Negara, sikap terhadap pejabat terpilih, mengikuti perkembangan media, dan pengetahuan warga Negara.
Literasi media meliputi kemampuan mengakses informasi melalui media, kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pesan yang disampaikan melalui media, kemampuan mengkreasikan opini terhadap suatu informasi yang disampaikan melalui media, dan kemampuan melakukan tindakan berdasarkan informasi yang terdapat dimedia. Kemampuan literasi media yang dimiliki masyarakat mampu memberikan pengaruh terhadap bagaimana berinteraksi dengan hal-hal yang berkaitan dengan politik dan menjalani kehidupan sebagai warga Negara secara aktif dan efektif.
Literasi politik merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu dalam menghadapi fenomena politik bersamaan dengan munculnya information burst pada era revolusi industry dan society. Literasi politik mencakup 3 aspek yaitu (1). Aspek Kognitif yaitu melihat bagaimana seorang individu memanfaatkan politik yang diperoleh, (2). Afektif atau Attitude yaitu kemampuan individu sebagai warga Negara dalam menyikapi isu politik disekitarnya, (3). Behavior yaitu melihat kemampuan individu dalam mengekspresikan pemahaman politik dalam kehidupan sehari-hari.
Literasi politik menjadi bahan pembelajaran yang memiliki peran strategis dalam lingkup pendidikan dan sekolah yang dapat menyalurkan pengetahuan dan pemahaman terhadap politik melalui program yang terkonsep dalam kurikulum sekolah serta memuat usnur-unsur materi tentang literasi politik secara seimbang dan proposional. Selain itu literasi politik mampu memberikan peluang maupun kesempatan dalam mengajarkan peserta didik untuk mampu berpartisipasi secara aktif dalam berpolitik.
(Atika Nur Hijriyah 2010910012, Institut Agama Islam Negeri Kudus)

mantap de, lanjutkan... !
ReplyDelete