PENGARUH PARTISIPASI POLITIK DAN GENERASI MILENIAL PADA PEMILU DI INDONESIA


PENGARUH PARTISIPASI POLITIK DAN GENERASI MILENIAL PADA PEMILU DI INDONESIA

 

 

VIVA MEDIA - Untuk melihat kemajuan perkembangan politik di suatu Negara bisa dilihat dari baik dan buruknya partisipasi masyarakatnya. Kemajuan yang terjadi negara-negara modern oleh masyarakat menjadi inspirasi dalam menilai perkembangan politik Negara. Setiap orang mengetahui perkembangan demokrasi dan politik melalui pandangan terhadap partisipasi masyarakat. Partisipasi politik ini merupakan aspek paling penting dalam tatanan Negara demokrasi dan ciri khas karena adanya modernisasi politik. Tidak ada demokrasi tanpa partisipasi politik warga, karena partisipasi adalah esensi dari demokrasi. Demokrasi sebagai sistem politik untuk memberikan wadah kepada rakyat untuk berpartisipasi secara politik dalam penyelenggaraan pemerintah.

 

Setiap warga Negara berhak untuk berpartisipasi pada aspek kehidupan dan bernegara. Partisipasi dapat mencakup seluruh aspek kehidupan dan kehidupan politik. Pada kehidupan politik partisipasi warga Negara tidak hanya dengan pemilihan pimpinan Negara saja, tetapi juga secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Partisipasi memiliki peran dalam suatu kegiatan, keikutsertaan atau berperan serta. Peran politik memiliki kaitan yang erat dengan aktivitas-aktivitas politik, seperti pemberian suara, aktivitas partai, peran dari politikus professional, dan demonstrasi. Partisipasi dapat dihubungkan dengan kesadaran politik, sehingga sadar terhadap politik akan menuntut diberikan hak untuk bersuara dalam pemilihan pemerintahan.

 

Generasi milenial dapat dikatakan sebagai generasi Y atau generasi langgas yang terlahir dari tahun 1980-an sampai 1995-an. Generasi ini dinamakan generasi milenial, karena lahir saat menjelang millennium baru pada saat pengaruh teknologi digital berkembang pesat dan segala kebutuhan informasi telah dapat diperoleh dengan baik. Pada generasi milenial memiliki karakteristik berupa ketertarikan yang bersifat visual, kepercayaan diri yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya, dan generasi yang paling banyak minatnya dalam membaca buku. Namun, generasi milenial sangat rentan terserang depresi dan gangguan kecemasan. Generasi milenial ini merupakan pemilih pemula yang menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum. Pada saat pemilu presiden dan wakil presiden merupakan pengalaman pertama dalam partisipasi politik. Pemilih milenial ini mempunyai kekuatan dan pengaruh yang besar terhadap hasil pemilu yang selanjutnya akan berpengaruh kepada kemajuan bangsa, tidak apatis terhadap politik, memiliki rasa tanggung jawab dalam dirinya sebagai warga Negara yang baik dalam melakukan partisipasi politik.

 

Pelaksanaan pemilu merupakan bentuk demokrasi yang dijalankan oleh suatu Negara dengan sistem demokrasi. Partisipasi pemilih milenial yang memasuki usia sebagai pemilih merupakan indikator yang penting untuk mengetahui bagaimana sebuah Negara berjalan dengan baik. Karena semakin rendahnya partisipasi pemilih dalam pemilu menandakan adanya permasalahan yang memerlukan solusi untuk penyelesaian. Generasi milenial mempunyai pengaruh sendiri dalam pemilu karena jumlahnya yang banyak dan hidup di era informasi yang menggunakan internet atau sosial media. Pada dunia politik membutuhkan orang yang lebih milenial untuk mengerti semua kalangan, sehingga dapat membangun dan merubah oknum politik yang akan menguasai aktivitas politik.

 

(Jenar Sara Pangesti, Institut Agama Islam Negeri Kudus)

 

No comments:

Post a Comment