Literasi Politik di Era Digital


Literasi Politik di Era Digital

 

 

VIVA MEDIA - Apa itu literasi politik? Literasi politik adalah seperangkat kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan kecakapan yang dianggap perlu bagi warga negara untuk berpartisipasi dalam pemerintahan masyarakat. Literasi politik di era gital ini sangatlah di butuhkan karena sekarang banyaknya teknologi untuk melakukan apapun itu bisa lewat digital. Literasi politik bisa dikatakan rendah karena kurang berfungsinya partai politik, politisi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di ranah sosial politik dalam memperkuat literasi politik pemilih pemula. Literasi politik juga bisa dikatakan lemah karena kurangnya sosialisasi politik dan teladan dari para elit politik.

 

Apakah pendidikan politik itu harus? Pendidikan politik yang dilakukan harus melalui proses yang mengedepankan independensi dan integritas seraya menjauhi model-model doktrinasi propaganda yang menyempitkan daya nalar kritis dan kreativitas pemilih pemula. Sebab, kesalahan persepsi dalam pengukuran keberhasilan pendidikan politik juga menyebabkan upaya untuk meningkatkan literasi politik menjadi tidak efektif.

 

Pengembangan literasi politik yang baik menjadi vital keberadaannya dalam konteks pembangunan kualitas hidup secara demokratis dalam berbangsa dan bernegara. Pengembangan literasi politik melalui struktur pembentukan dan pengembangan sosialisasi dan edukasi yang memadai dalam konteks sosial politik maka warga negara secara literal dan komprehensif akan memahami kedudukannya sebagai warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya. Hal tersebut akan berimplikasi terhadap timbulnya kesadaran yang otonom dalam partisipasi pembangunan sistem politik dan demokrasi yang bermutu. Rumusan masalah yang ditetapkan adalah tingkat penggunaan media sosial oleh mahasiswa, tingkat kesadaranpolitik mahasiswa, dan peran media sosial dalam pengembangan pendidikan politik mahasiswa. Batasan penelitian hanya mengkaji bagaimana tingkat penggunaan media sosial oleh mahasiswa dan hanya mengkaji bagaimana tingkat kesadaran politik mahasiswa yang didapatkan melalui peran pendidikan politik untuk mengembangkan literasi digital para penggunanya.

 

Stratifikasi politik yang melekat pada pengguna media sosial berkaitan pula dengan perbedaan dalam menyikapi informasi yang diterima namun memiliki kesamaan dalam mendukung upaya pendidikanpolitik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan yakni mengembangkan literasi digital warga negara. Saran dalam penelitian ini adalah kemudahan penggunaan media sosial seharusnya sejalan dengan upaya memberikan informasi yang benar, tidak mengabaikan etika dan kebenaran informasi sebelum dipublikasikan atau diteruskan kepada khalayak sebagai pengguna media sosial. Hal ini sebagai upaya untuk memberika pendidikan politik yang baik. Dalam hal keluasan jangkauan, media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk membangun jaringan komunikasi politik yang memberikan wawasan dan edukasi positif tentang politik dalam kehidupan bernegara yang berkeadilan. Ikatan stratifikasi politik yang melekat diantara pengguna media sosial, selayaknya digunakan untuk membangun prinsip keterbukaan komunikasi demi untuk mencapai masyarakat informasi yang demokratis. Inilah yang dimaksud dengan literasi politik digital warga negara.

 

(Sabrina Hikmatul Muna 2010910014, Institut Agama Islam Negeri Kudus) 

 

No comments:

Post a Comment