DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN TERHADAP PEMBANGUNAN
Pembangunan pada abad 20 yang lalu adalah pola pembangunan konvensional yang bersifat linier mengutamakan kemajuan ekonomi.Dengan semata-mata subyek pembangunan adalah manusia dan orientasi pembangunan yang tertuju hanya kepada manusia. Pola ini mengabaikan pembangunan lingkungaan dan sosial budaya. Pola pembangunan ini meskipun dalam jangka pendek mampu meningkatkan pendapatan nasional sangat fantastis, namun pada kenyataannya masih banyak penduduk yang miskin,Hal ini disebabkan oleh tidak meratanya pembangunan konvensional. Saat ini sudah kita rasakan betapa peningkatan pendapatan nasional itu dibarengi oleh rusaknya lingkungan hidup,rusaknya lingkungan hidup ini sangat tidak seimbang artinya rusaknya lingkungan hidup jauh lebih tinggi daripada tingkat pendapatan nasional.Jika pembangunan konvensional terus dilanjutkan maka kerusakkan lingkungan hidup akan semakin parah akibatnya bukan saja berbagai bencana melanda bumi ini akan tetapi generasi yang akan datang tidak akan mewarisi bumi ini.Berbagai bencana yang melanda bumi ini pun akhirnya meluluhlantakkan pembangunan berbasis ekonomi ini. Berbagai polusi baik udara, air, tanah dan lain sebagainya telah dihasilkan oleh pembangunan konvensional yang akhirnya bumi ini menjadi tidak nyaman untuk dihuni.
Pengertian Lingkungan Hidup
Lingkungan adalah seluruh faktor luar yang dapat mempengaruhi suatu organisme, dan faktor-faktornya dapat berupa organisme hidup yaitu biotic factor dan variabel yang tidak hidup abiotic factor. Lingkungan hidup sebagai kesatuan ruang yang memiliki semua benda, daya,keadaan makhluk hidup serta meliputi manusia dan perilakunya yang dapat mempengaruhi alam itu sendiri. Dan dalam ilmu ekologi alam mempunyai keterkaitan jalinan sistem kehidupan antara jalinan sistem kehidupan yang satu dengan lainnya. Maksudnya adalah setiap makhluk hidup selalu berada dalam suatu proses penyesuaian diri dalam sistem kehidupan yang dipengaruhi oleh asas-asas kelangsungan kehidupan ekologinya. Lingkungan hidup menurut UU No.4 Tahun 1982 adalah kesatuan ruang yang terdiri dari benda,daya,keadaan,makhluk hidup dan termasuk yang ada didalmnya berupa manusia dan perilakunya yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan makhluk hidup lainnya.
Komponen lingkungan terdiri dari Faktor Biotik dan Faktor Abiotik.
a. Faktor Biotik yaitu tumbuhan,hewan,dan manusia.
b. Faktor Abiotik yaitu tanah,air,udara,cuaca,suhu.
Dan ada juga lingkungan yang terdiri dari lingkungan alam,lingkungan buatan dan lingkungan sosial.
a. Lingkungan alam adalah keadaan yang diciptakan oleh Tuhan untuk manusia, dan terjadinya lingkungan alam karena adanya kejadian alam seperti adanya tanah,air,pohon,udara,sungai dan lain sebagainya.
b. Lingkungan buatan adalah lingkungan yang dibuat oleh manusia itu sendiri seperti adanya jembatan,taman kota, bangunan rumah dan lain sebagainya.
c. Lingkungan sosial adalah wilayah tempat berlangsungnya dalam berbagai kegiatan seperti adanya interkasi sosial antara kelompok dan anggotanya.
a. Faktor-Faktor lainnya yang mempengarui lingkungan hidup antara lain:
a) Jenis dari jumlah masing-masing unsur lingkungan hidup. Akan terlihat perbedaan lingkungan hidup pada daerah yang tertutup rimbun oleh tumbuhan.
b) Hubungan atau interaksi antar unsur dala lingkungan hidup, interaksi disini tidak hanya menyangkut komponen biofisik saja melainkan menyangkut komponen biofisik saja melainkan menyangkut pola hubungan sosial, karena unsur-unsur lingkungan hidup memiliki sifat dinamis.
c) Kelakuan atau kondisi unsur lingkungan hidup , misalnya didalam ruangan tertutup yang merokok, tentu akan menyebabkan ruangan menjadi pengap.
d) Faktor-Faktor non material, antara lain kondisi suhu, cahaya dan kebisingan.
e) Keadaan fisik akan berpengaruh terhadap keadaan sosial dan budaya penduduk.
b. Pemanfaatan Lingkungan hidup
Lingkungan hidup yang serasi dan seimbangan sangat kita perlukan karena merupakan unsur penentu kehidupan suatu bangsa. Indonesia sebagai suatu Negara wajib menjaga dan melestarikan lingkungan hidup untuk dimanfaatkan dalam memenuhi kepentigan bersama bagi generasi kini dan mendatang.
Pembangunan yang dilaksanakan di Indonesia adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan walaupun pada kenyataannya lingkungan hidup di Indonesia masih memperhatikan.
Setiap pemanfaatan lingkungan hidup harus bertujuan sebagai berikut :
a. Tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup.
b. Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindakan melindungi serta membina lingkungan hidup.
c. Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan.
d. Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup.
e. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
f. Terlindunginya Indonesia terhadap dampak dari luar yang dapat menyebabkan pencemaran/ kerusakan lingkungan.
Apabila setiap pemanfaatan lingkungan hidup dapat mengacu kepada enam hal diatas maka lingkungan hidup akan selalu terjaga dan dapat dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat saat ini dan dimasa yang akan datang.
Beberapa pemanfaatan lingkungan hidup sebagai berikut:
1. Memelihara dan memperbesarkan benih-benih hewan dan tumbuhan dengan tetap mempertahankan jenisnya.
2. Pengambilan tumbuhan liar untuk kepentingan penjualan dengan cara membudidayakannya.
3. Budidaya tanaman obat-obatan / membuat apotik hidup disekitar rumah.
4. Digunakan untuk industry, seperti industry yang menghasilkan produknya.
5. Digunakan pemerintah sebagai daerah konservasi agar lingkungan hidup tersebut terjaga. seperti adanya daerah suaka alam, suaka margasatwa, tanam nasional, kebun binatang , dan hutan lindung.
Pembangunan yang dilakukan oleh setiap Negara dapat meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Sejalan dengan itu, eksploitasi suber daya alam makin meningkat. Akibatnya persediaan sumber daya alam makin terkuras dan pencemaran lingkungan makin meningkat. Hal ini terjadi tidak hanya pada Negara maju, tetap juga pada Negara berkembang, termasuk Indonesia. Jumlah industry, kendaraan bermotor, dan konsumsi energy terus meningkat dalam memenuhi kehidupan mereka. Ekspolitasi sumber daya alam yang terus-menerus dan kurangnya kesadaran terhadap lingkungan menyebabkan bencana lingkungan yang terjadi di berbagai bagian bumi makin beragam.
Pembangunan Harus Berwawasan Lingkungan
Walaupun pembangunan kita perlukan untuk mengatasi banyak kendala, termasuk masalah lingkungan, namun pengalaman menunjukkan, pembangunan dapat menimbulkan dampak negatif. Beberapa contoh tentang dampak negatif pembangunan antara lain :
a) Banyak pembangunan pengembangan sumber daya air telah menimbulkan masalah kesehatan. Masalah itu timbul karena pembangunan tersebut telah menciptakan habitat baru atau memperbaiki habitat yang ada bagi berbagai vektor penyakit, antara lain : banyak jenis nyamuk yang menjadi vektor penyakit malaria, demam berdarah, enchepalis, filariasis, lalat yang menjadi vektor penyakit tidur dan buta sungai (onchociasis), serta siput yang menjadi vektor biltharziasis.
b) Pencemaran udara oleh mobil banyak terdapat di kota besar, seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Medan. Bank Dunia memperkirakan untuk Jakarta saja pencemaran udara telah menyebabkan kerugian terhadap kesehatan yang untuk tahun 2006 diperkirakan sebesar US$ 625 juta
c) Pencemaran oleh limbah industri makin banyak diberikan di banyak daerah. Kerusakan tata guna lahan dan tata air di daerah Puncak dan Lembang adalah contoh lain. Karena kerusakan tata guna lahan dan tata air tersebut, laju erosi dan frekuensi banjir meningkat. Di Jakarta dan Bandung banjir sudah menjadi kejadian rutin dalam musim hujan.
Dengan adanya dampak negatif tersebut, haruslah kita waspadai. Pada satu pihak kita tidak boleh takut untuk melakukan pembangunan, karena tanpa pembangunan kita pasti ambruk. Di pihak lain kita harus memperhitungkan dampak negatif dan berusaha untuk menekannya menjadi sekecil-kecilnya. Pembangunan itu harus berwawasan lingkungan, yaitu lingkungan diperhatikan sejak mulai pembangunan itu direncanakan sampai pada waktu operasi pembangunan itu. Pembangunan berkelanjutan didefinisikan sebagai “pembangunan yang memenuhi kebutuhannya sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka”. Pembangunan berkelanjutan mengandung arti, lingkungan dapat mendukung pembangunan dengan terus menerus karena tidak habisnya sumber daya yang menjadi modal pembangunan. Modal itu sebagian berupa modal buatan manusia, seperti ilmu dan teknologi, pabrik, dan prasarana pembangunan.
Lingkungan sosial budaya pun merupakan komponen penting yang ikut menentukan pembangunan berkelanjutan, salah satunya ialah kesenjangan. Tergusurnya pemukiman rakyat kecil oleh pembangunan dan hilangnya hak adat dan hak mengolah atas tanah mereka, sedang mereka tidak dapat banyak menikmati hasil pembangunan, merupakan salah satu sebab penting terjadinya kesenjangan yang makin lebar dan kecemburuan sosial yang semakin meningkat sehingga perlu kita waspadai dalam proses pembangunan. Jelaslah, bahwa untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, pembangunan itu haruslah berwawasan lingkungan. Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan salah satu alat dalam upaya dapat dilakukannya pembangunan berwawasan lingkungan.
Manusia haruslah menjaga lingkungan agar ramah. Lingkungan yang sudah di rusak akan mengakibatkan beberapa dampak buruk bagi manusia. Buktinya sudah banyak terjadi di Indonesia. Banyak bencana alam yang disebabkan oleh rusaknya lingkungan. Untuk mengurangi Dampak Kerusakan Lingkungan harus dimulai sejak dini. Penanaman sikap menjaga dan merawat lingkungan ditanamkan mulai dari anak-anak sebagai generai bangsa. Banyak Cara Mengatasi Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup yang biasa anda lakukan. Untuk menaggulangi tentunya berbeda dengan pencgahan. Karena sudaha terjadi maka harus di tanggulangi. Berikut ini beberapa cara yang bisa anda lakukan.
1. Menerapkan Prinsip 4R.
Apa saja 4R itu? Reduce, Reuse, Recycle dan juga Replant. Prinsip ini berguna untuk menaggulangi adanya bencana banjir yang sering terjadi. Apa maksud dari prinsip tersebut? Yang pertama yaitu Reduce yaitu mengurangi pemakian barang yang tidak berguna. Reuse yaitu memakai ulang barang yang masih bisa digunakan. Recycle yaitu mendaur ulang barang ataupun sampah untuk menjadi barang yang berguna. Replant yaitu menimbun sampah organik untuk dijadikan kompos. Dengan menggunakan prinsip tersebut diharapkan sampah yang ada di berbagai daerah dikurangi dengan kesadaran masing-masing masyarakat.
2. Reboisasi
Hutan di berbagai negara menjadi paru-paru dunia. Jika ada hutan yang dirusak maka beberapa negara lain juga akan mendapatan efek tersebut. Tentunya yang akan menerima pertama akibatnya yaitu negara yang sudah merusak lingkungannya sendiri. Untuk itu jangan pernah merusak hutan yang ada. Jika and ingin menebang pohon, maka anda harus memiliki sikap tebang pilih dan menanam benih untuk pohon yang baru.
3. Bioremidiasi
Limbah tidak hanya terjadi di industri saja, ada juga limbah rumah tangga. Tapi, yang sering menyebabkan efek yang terasa adalah limbah industri. Untuk itu suatu industri haruslah mengetahui apa itu bioremidiasi. Terutama untuk industri yang mengeluarkan banyak limbah berbahaya berupa zat-zat toksik. Dampaknya tidak hanya mencari lingukungan saja, tapi bisa mengganggu kesehatan masyarakat di daerah sekitar. Bioremidiasi ini yaitu pemanfaatan mikroba ataupun tanaman dari kontaminasi. Jadi limbah yang akan dibuang harus di bersihkan dahulu kontaminasinya. Jadi dengan adanya bioremidiasi ini limbah yang akan dibuang tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.
4. Rehabilitasi Lahan
Adanya rehabilitasi ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan lahan secara ekologis. Rehabilitasi ini juga menjadi upaya untuk mengembalikan lingkungan fisik untuk bisa di fungsikan lagi. Tanggung jawab yang membuat rehabilitasi ini adalah pengusaha yang sudah melakukan penambangan di lahan tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan, maka tanah akan menjadi tandus dan mati.
5. Reklamasi Pantai
Reklamasi pantai merupakan kegiatan pemulihan pantai untuk menyelamatkan lahan yang ktitis dan mati untuk menjadi lahan yang lebih produktif. Adanya lahan kritis dikarenakan ulah penambangan pasir yang dilakukan oleh manusia. Nah dengan reklamasi pantai dan penanaman tembakau ini menjadi Cara Menanggulangi Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Ulah Manusia. Jika di perhitungkan antara penambangan pasir dan biaya yang dibutuhkan untuk reklamasi pantai tidaklah seberapa. Justru lebih banyak biaya yang digunakan untuk mereklamasi pantai.Mari Rawat Lingkungan Demikian tadi beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menanggulangi kerusakan lingkungan yang terjadi. Lahan ataupun daerah yang sudah terkena bencana, jika tidak segera dilakukan penanggulangan, maka akan terjadi bencana yang sama dari sebelumnya. Bahkan bisa lebih parah dari sebelum-sebelumnya. Untuk itu jaga dan rawatlah lingkungan anda.


No comments:
Post a Comment