Partisipasi Politik dalam Pemilihan Umum Generasi Milenial
VIVA MEDIA - Pasti kita semua sudah tidak asing lagi dengan kata ‘Politik”, politik yaitu identik dengan kekuasaan. Kukuasaan yang dimiliki oleh para petinggi negara atau pejabat negara, politik disini bertujuan untuk membentuk tatanan suatu negara menjadi lebih baik dan untuk kesejahteraan masyarakat. Politik yang bisa kita lihat dilingkungan atau sekeliling kita dan para generasi muda bisa ikut berpartisipasi secara langsung jika sudah mencukupi umur yaitu, politik dalam pemilihan umum. Menurut Miriam Budiardjo membahas mengenai partisipasi politik yaitu suatu kegiatan individu atau kelompok untuk ikut serta ataupun berperan secara aktif dalam politik, diantaranya dengan memilih pemimpin negara secara langsung atau tidak langsung untuk memengaruhi suatu keijakan yang akan dikeluarkan oleh perintah (public policy) (buardjo,2015). Dan pemilihan umum ini merupakan salah satu wujud dari kedulatan yang ada di Indonesia, dimana semua masyarakat memiliki hak dan wewenang untuk menentukan pilihannya yang sudah tercantum dalam UUD dan pancasila. Dalam pemilihan umum ini masyarakat ditujukan untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPD, DPRD dan kerpala daerah dan wakil kepala daerah. Pada tahun 2019 Indonesia pertama kali menyelenggarakan pemilihan umum yang diadakan serentak dengan menggabungkan pemilihan presiden dan wakil presiden sebagi badan eksekutif dan memilih anggota legislatif, bila dilihat generasi milenial yang ikut memilih pertama kali yaitu generasi yang lahir pada tahun 1998 sampai dengan tahun 2002.
Pemilihan umum atau biasa disebut pemilu ini merupakan suatu bentuk sarana berdemokrasi dalam suatu negara dan didalam suatu negara tentu tidak bisa terlepas dari para generasi milenial atau generasi muda yang dimasa yang akan datang akan memimpin suatu negara tersebut. Para generasi milenial ini merupakan individu-individu yang baru pertama kali memberikan hak suaranya pada pemilihan umum, sesuai aturan yang tercantum dalam undang-undang, 2003 dimana suatu individu bisa mendapatkan hal pilih untuk pertama kali dalam ikut berpartisipasi di bidang politik pemilihan umum sebagi salah satu wujud demokrasi yaitu dengan syarat sudah berumur 17 tahun. Politik di negara kita suadah banyak yang milibatkan para generasi milenial, dimana para generasi milenial siring direkrut dalam suatu partai politik, seperti para mahasiswa sekarang sudah banyak yang ikut terjun dalam dunia politik. Dan peran para generasi milenial ini juga sangat berpengaruh pada tingkat terpilihnya suatu kandidat.
Suatu partai politik memilih untuk merekrut para generasi milenial ini bertujuan agar suatu saat nanti partai politik tersebut tetap ada dan berjalan dimasa depan atau masa yang akan datang dan juga karna pasti para generasi milenial meiliki ide-ide baru atau cara tertentu dalam menyakinkan masyarakat untuk memilih partai politik yang diikuti. Generasi milenial memiliki cara-cara yang lebih modern dalam melukan kampaye yang akan dilakukan oleh suatu partai politik yang diikitu, salah satunya merekan menggunkan media sosial sebagi bentuk untuk menyakinkan masyarakat dengan menawarkan visi, misi dan program yang akan dilakukan jika partai tersebut terpilih. Melalui media sosial sekarang kita bisa membagiakan apa saja dan mencari apa saja yang sedang kita butuhkan, oleh karena itu media sosial juga menjadi salah satu teknik untuk meyakinnya masyarakat, karena didalam media sosail kita bisa shering berbagai hal termasuk dalam dunia politik. Itu sebabnya sekarang sudah banyak para generasi milenial yang ikut bergabung dalam suatu parati politik, karena para pejabat dalam suatu partai politik sudah tau kemampuan generasi milenial sekarang yang sudah sangat mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih. Oleh sebab itulah para generasi milenial sekarang menjadi tim sukses suatu partai politik mempelajari pola komunikasi adat setiap daerah dimana biasanya masyarakat akan menyambut dengan baik apabila yang datang sudah mengenal terlebih dahulu tentang adat dan budaya yang ada didaerah target kampanye.
Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2030 dimana masa itu generasi milenial memiliki peran penting dalam mengambil keputusan hak pilih, diamna sekarang pada masa pemilohan umum yang terlah lalu sudah menjabarkan dengan jelas berdasarkan sumber dari lembaga suvay dan penguatan kembali oleh lipi dimana mereka menyatakan bahwa 40% merupakan pemilih milenial, yang dimaksud disini yaitu para genasi muda yang baru pertama kali ikut serta dalam pemilihan umum untuk menyuarakan hak suaranya.
(Erna Novia Dwi Safitri 2010910030, Institut Agama Islam Negeri Kudus)

No comments:
Post a Comment